Kita tidak pernah bersepakat apa-apa sebelumnya, memang. Barangkali
saat itu hanya hati yang saling menyapa, bertukar cerita tentang asa-asa
yang bagai bersua jalan pulangnya. Lantas, tiba-tiba rasa yang
barangkali sempat singgah itu sudah sebesar itu adanya, tapi nyatanya
tidak tentang rasaku, rasamu saja..
Lalu aku bungkam beberapa
jenak, melerai-lerai gejolak yang ada, namun tak ada jawab, hanya
tidak.. Kuselami lagi, tetap saja, tidak. Entah aku salah terjemah atau
memang nyatanya hanya tidak? Entah, tidak bisa ku tebak.
Oh, barangkali terlalu cepat..
Iya. Terlalu cepat!
Sedang kau dan aku masih saja serupa dua pengembara yang tengah membelah pekat..
Sendiri-sendiri saja, kau di setapak yang satu, aku di setapak yang lainnya yang bahkan jaraknyapun tidak terhitung dekat..
Setidaknya aku masih bisa menggunakan 'kita', meski 'kita' kali ini
masih belum lagi faham, jalan mana kiranya barangkali yang bisa
membawaku menujumu, atau mungkin menunggumu dalam remang senja yang kian
rembang ketika hatiku mulai mau, sedang langkahmu masih tetap teratur
berjejal di belakangku, menungguku yang barangkali mulai sadar perihal
adamu..
Aih, serumit ini kah jalan hati? Sedang sosokmu, masih serupa bias-bias aneh di otakku, apalagi rupamu..