Kepadamu yang tengah patah hatinya. Biar kali ini luka-luka itu memelukmu hingga remuk. Biar sepuasnya. Sebab tak sepadan juangmu dibanding caranya menenggelamkan. Biarkan hanyut sesaat. Biar, biar saja.
Kau bertanya padaku seolah sedemikian tahu aku menengahi luka. Demi tuhan dahulu aku juga kehilangan cara. Rasa pengap sesak dalam rongga dadamu hari ini sudah pula pernah membunuhku perlahan beberapa waktu dahulu. Tapi pada kenyataannya, aku sama sekali tidak apa-apa. Baik-baik saja. Begitupun kau.
Aku hafal persis bagaimana rasanya
Tahu persis sedemikian sakitnya..
Tapi pada akhirnya, tidak ada yang lebih tahu selain kau. Tidak ada yang lebih tahu pedihmu selain kau, tak ada yang lebih tahu bahagiamu selain kau.
Kepadamu yang tengah patah hatinya, berbahagialah. Sebab tak ada yang lain yang jatuh selain hati, tak ada yang lain yang patah selain hati. Kita dijatuhcintakan sekali, lalu dipatahkan sekali. Hingga nanti dijatuhcinta lagi pada yang tak akan mematahkan untuk kedua kali. Belajarlah dengannya, hingga kau tahu bahagiamu semanis apa. Sebab, besok jika tulisan ini kembali kau baca, kau akan percaya bahwa kau pada nyatanya baik-baik saja.
Depok, 2017
Kau bertanya padaku seolah sedemikian tahu aku menengahi luka. Demi tuhan dahulu aku juga kehilangan cara. Rasa pengap sesak dalam rongga dadamu hari ini sudah pula pernah membunuhku perlahan beberapa waktu dahulu. Tapi pada kenyataannya, aku sama sekali tidak apa-apa. Baik-baik saja. Begitupun kau.
Aku hafal persis bagaimana rasanya
Tahu persis sedemikian sakitnya..
Tapi pada akhirnya, tidak ada yang lebih tahu selain kau. Tidak ada yang lebih tahu pedihmu selain kau, tak ada yang lebih tahu bahagiamu selain kau.
Kepadamu yang tengah patah hatinya, berbahagialah. Sebab tak ada yang lain yang jatuh selain hati, tak ada yang lain yang patah selain hati. Kita dijatuhcintakan sekali, lalu dipatahkan sekali. Hingga nanti dijatuhcinta lagi pada yang tak akan mematahkan untuk kedua kali. Belajarlah dengannya, hingga kau tahu bahagiamu semanis apa. Sebab, besok jika tulisan ini kembali kau baca, kau akan percaya bahwa kau pada nyatanya baik-baik saja.
Depok, 2017