Senin, 27 Februari 2017

Yang Lebih Romantis

Udah lama ngga nulis random lagi. Gayanya sibuk, padahal males. Bener-bener ngga produktif. Bahkan untuk sekedar nulis buat pengingat diri sendiri. Hentahlah ya, makin kesini rasanya kok makin males. Alesan kerjaan, cape, ga ada ide, padahal kadang ada, tapi buat mulai ngetik kalimat pertama itu rasanya enggan setengah mampus.

Mut, kok ga nulis lagi? Mba An, salah satu fans garis kerasnya Muti *halaaah, suka nanya tiap kali ada kesempatan. Jawabnya, eng ing eng, trus senyum lebar ga jelas minta pengampunan. Lagi ngga ada ide mba, gitu doang jawabnya tiap kali, ngga kreatip.

Suka juga kadang yang sekedar komen di IG nyempil nanya, kok tulisannya udah ga muncul lagi. Kemana aja? Ga kemana-mana mba orangnya. Tulisannya aja yang ngga tau rimba.

Aih, kangen kadang. Tapi ya gitu.. (terlalu banyak excuse) 😆

Nah, walopun nulisnya kurang tapi bacanya rada (walau tak serajin sebelumya juga) rajin. Satu buku lah seminggu (jauh dari standar sebenernya), lumayan lah ngebunuh waktu selama di kereta perjalanan ke kantor. Seninya di kereta depok-manggarai kalo ga game ya buku. Karena ga suka game ya sudah buku aja. Suka rajin beli belakangan, bacanya juga belakangan belakangan *eeihh. Tapi ya seenggaknya adalah gitu. Suka juga kadang nulis random di gadget kalo lagi pengen, pless ada ide mampir, 100-200 kata, engga ada judul, engga ada rasa. Hampa. Asek!  Padahal dulu nulisnya niat subhanalloh, begadang sampe pagi depan laptop. Kumpulin referensi. Baca sana sini buat bisa nulis sekian lembar. Beda dulu beda sekarang.

Ngomong-ngomong soal buku, sebenernya ga addict-addict banget. Tapi suka aja. Kalo menarik ya dibaca. Tapi karena belakangan ada temen diskusinya, selera beli (baca ga terlalu *lol) jadi makin ada. Ciee temen diskusi. Seenggaknya kalo mo cerita ada yang denger gitu. Kalo mo komen ada yang nimpalin. Jadi ga ngomong sendiri.

Buku itu romantis loh (buat Mutia) entah bagaimana. Ga lebay, ini beneran. Yang katanya-katanya ga bakal hilang, ga bakal lenyap dan selalu diingat ya buku. Lebih-lebih wangi buku baru itu bikin candu. Sampe ada yang ngomong, "kamu ngapain sih bukunya dicium-cium?" Aku nyengir, "wangi.." dianya ketawa. Ngabisin waktu sekian jam di toko buku (walopun ga beli), muter-muter liat-liat referensi, atau sekedar baca cover bagian belakangnya barangkali menarik hingga tergoda untuk membeli, rasanya itu beyond something *elaaahh lebay amat. Mutia ga suka mall, suka bosenan kalo cuma jalan-jalan kaya anak hilang, kecuali pada bagian tempat makan (yang ada soto Padangnya) sama toko buku yang semerbak wangi bukunya.

Jadi inget kata-katanya bulek Kirana si baby cat, Hana. Katanya, ada yang lebih romantis dari seikat bunga, lebih romantis dari makan malam ditengah lilin nyala, yaitu buku yang ada catatan kecil di halaman pertamanya. Lebih bahagianya lagi yang ngasih bukunya nulis katanya spesial buat Mutia (sebagaimana martabak *lol).

Buat yang suka ngasi Mutia buku, yang suka dengerin Mutia ngoceh soal buku, yang meskipun genre buku nya beda (bahkan ga ngerti Mutia ngomong apa), yang suka rekomend Mutia baiknya beli buku apa, makasi ya. Hehe. Makasi aja. 😁

Senin, 20 Februari 2017

Kau 3

Aku,
Dengan ingin-ingin sederhanaku..
Tetiba bertemu kamu, dengan angan-angan nyatamu..
Tuhan selalu baik tauk, ungkapmu.
Benar, kau sama sekali tidak keliru..

JGC, Jan 2017

Kau 2

Dan bulanku kembali bersemu merah jambu..
Sebagai entah sebetapa lugu hati yang kembali disapa rindu..

(Depok, September 2016)

Kau


Kau, genggam pada sela jari..
Yang padanya haru rindu semacam ini sama-sama kita sepakati..

(Leah pada Sam, 2016)

Di Kereta

Kau dan aku di kereta Minggu..

Genggam pada tanganku, kaku. Ada debar serupa antara dadaku dan dadamu. Aku tahu.

Senyum di wajahmu terpaku, sorot pada mata. Ada hangat senada. Aku tertawa.

Kau menoleh, kenapa?

Aku jatuh cinta pada pandang ketiga hingga selanjutnya..

Jatinegara, Desember 2016

Dear 'R'

Thank you,
It's not that simple to say most of the days I didn't recognize me. Not easy to say that I was not anything to anyone. Kinda messy up but I am quite kind (I think). Lonely most of the time.
I had never been attention's sweet center. Knew that I'm imperfect no matter how I tried. I was good but I kinda lied. Broken but won't crying for help. I do remember that girl. I do.

I knew it was not what I asked for but sometimes life just slips into the back door that makes me believe it's all true. And now I've got you. I've got you that leads me to the girl that I know (now) who'll be reckless just enough, who'll get hurt but learns to taughen up, who won't be scared of the life inside her, who's growing stronger each day till it finally reminds her to fight just a little and to bring back the fire in her eyes.

Thank you to put that smile back to the place it used to..
To bring the brightness no matter how dark it was. To put the joy back to the right where it should be,

And for being (always) you, the version that I like the most. The same person that I met in the airport on July, 17.

Because the girl that I was. She's gone now. But she used to be mine.

Feb, 2017

------
Now playing: Sara Barellies - She used to be mine..
 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang