Selasa, 24 Februari 2015

Sajak Yang Kesekian..



 (Suara hati seorang perempuan yang tengah tercabik hatinya..)

Sudah kudengar ucapanmu petang kemarin. Sudah pula kupahami maksud dan tujuannya. Namun apa hendak kukata perihal ungkapan hati tuan, sedang aku belum lagi selesai mengurai sedu sedanku akibat hujan lebat yang mengguyur pada musim lalu. Aku tak hendak membawamu hanyut dalam pusaran dukaku. Tak hendak juga membebanimu dengan malang hidupku. Sungguh tak adil rasanya jika tulus rasamu harus dibalasi dengan separuh hati yang belum lagi sempurna mampu kubenahi.
Jika kukatakan aku butuh waktu, maka akupun tak tahu sampai berapa lama harusnya kubiarkan kau menunggu. Karena kuyakin kau atau siapa saja yang pernah mencinta tahu benar mengenai perkara hati. Sebab itu janganlah kau tambatkan hatimu di tepian hatiku secepat itu. Karena sungguh tak kuasa bagiku jika kau ikut terluka di tengah pengembaraanku menengahi lukaku.
Jika kau berkeinginan menunggu, tunggulah. Namun aku tak pernah mengikatmu untuk terus bersandar di pelabuhanku. Tunggulah jika hatimu berkesempatan melakukannya. Namun apabila di tengah penantianmu, hatimu dihinggapi lelah atau bahkan putus harapan. Maka akupun tak hendak juga menahanmu jika akhirnya kau memutuskan untuk beranjak pergi. Karena apapun namanya ini, aku tak pernah membebanimu dengan sebuah ikatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang