Minggu, 01 Februari 2015

# Yang Tak Sempat Terlampir Bagian 2 #

Tuhan…
Bolehkah resah ini kusandarkan sejenak?
Keresahan dalam ketakutan tentang hari esok,
keresahan dalam kegamangan tentang detik yang tersia-siakan.
Aku lelah tuhan,
lelah dengan dongeng-dongeng tentang busuknya dunia,
lelah dengan penantian akan tepian yang tak kunjung terbias..
dengungan kegalauan menjerat nelangsa,
perih..harapan-harapan yang nyaris tak tereja itupun menguap bak udara..
dan aku..
kosong..
dan kesakitan, aku hilang tuhan..
kisah tanpa judul ini kurangkai dari serpihan-serpihan usang kehidupan,
berceritalah pada akhirnya tentang masa yang perlahan-lahan menikamku bak belati, tepat di ulu jantungku..
masihkah terlalu panjang jalanan lengang ini tuhan?
Aku lelah..
Lelah dengan keresahan tanpa batas,
lelah dengan kesakitan tanpa ujung..
dimanakah tepian itu?
(Batusangkar, 2011)

Dan aku bertanya..
Dan aku bertanya..
Ketika waktu menghela nafas,
Aku ingin tahu kesetiaan detik menemani menit,
tidakkah lelah mendekap masa?
Tidak seperti muakku mendekam dibalik jeruji keangkuhannya yang tak mau menunggu.
Dan aku bertanya..
Pada guratan kedamaian yang disenandungkan camar,
tatkala lembayung menyirat senja, seindah apakah?
Tidak seperti kecamuk anganku merenta harap..
Oh mimpi,
beginikah yang ditawarkan waktu?
Ketika nyaris beku aku tak mampu menyelamatkan anganku..
Dan dia, pongah lantas berucap, kau iris nadimu dengan pisaumu sendiri!!
Tak ada kesepakatan,
tak ada perlawanan,
dan aku..kalah sudah.
(Batusangkar, 2012.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang