Kamis, 05 Februari 2015

Barangkali ada baiknya..



Barangkali ada baiknya, kau abadikan kata-katamu itu dalam puisi. Kuatir aku jika lupa dan kau marah padaku dan bertanya lagi arti kesetiaan..
Kau tertawa..
Barangkali ada baiknya, gerakkan penamu mengguratkan puisi itu..
Dan aku bukan penyair kalau begitu, sebab kuatir aku kau mencemoohiku dan mengatakan puisimu bukan puisiku.. Kau menatapku dan aku tahu itu dengan rasa dan itu dengan cinta..

Kupindahkan secarik kertas putih kehadapanmu, kau menoleh tanpa henti tertawa. Namun kau tulis juga akhirnya dan aku melongo menantimu..
Barangkali ada baiknya jika kutunggu kau selesai sembari menulis juga. Dan akupun menulis pada akhirnya..
Cukup lama, kau memanggilku dan mengembalikan kertas itu..

Dan itu kosong.. Aku menoleh padamu dan kau tersenyum padaku..

Barangkali ada baiknya, pada langit yang terbentang ini aku berpuisi untukmu.. Dia akan mengingatkanmu lewat hujan jika kau mulai lupa..
Atau pada hamparan laut ini aku bersyair untukmu, pesan ombaknya pasti akan menyadarkanmu,

bahwa alam mengajariku cinta.., begitu ungkapmu..

Padangpanjang, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang