Dan aku kembali
mengingatmu..
Seperti biasa,
secangkir kopi dari gelas yang sama, menunggu pesan singkatmu yang berujar
“selamat pagi”, tersenyum aku membalasnya..”selamat pagi juga..”
Cerita ini dimulai
sudah lama sekali, dan ini bukan hanya tentang aku dan kau..tapi juga mereka..
Bahagiaku..bahagiamu..bahagia
mereka..
Senang rasanya
melihat dunia tahu, bahwa aku mencintai..dan itu mencintaimu..
Membuat sebuah pagi
lagi dengan suaramu terus terngiang di telingaku walau dengan rentang jarak
ini..
Sebuah siang, menu
makan siang yang sama.. Aku masih duduk dengan buku terbuka dan sesekali
melirik ponselku, menunggu pesan darimu..
Sebuah matahari lagi untuk menunggu sore, selepas semua
kelasku hari ini ada malam yang ingin kulewati, satu malam lagi untuk terus
menunggumu kembali..
“Aku merindukanmu”, aku merasakan
bisikanmu..
Itu yang ingin terus
kudengar darimu tak peduli seberapa jauh kau harus pergi.
Sebuah langit yang
sama seperti yang kita lihat tahun-tahun sebelumnya.. Meski kau ditempat
berbeda, kita masih bisa melihat bulan yang sama..
Kau tersenyum, ketika
kalimat itu kuucapkan, dan itu yang terus membayang diingatanku hingga mata ini
terpejam dan aku terlelap..
Haah, satu hari lagi
tanpamu disini..
Tak apa, toh waktu
tidak akan membunuhku selagi aku masih setia bersamanya menantimu..
Takdir tak memberiku
banyak pilihan, sedang aku tak punya banyak waktu untuk terus memikirkannya.
Aku tidak punya cukup waktu untuk memikirkan kenapa hal itu harus terjadi.. Karena
itu memang sudah begitu. Hidup ditempat ini tidak memberiku kesulitan, hanya
saja aku sendiri.. Dan aku benci sendiri..
Dan kau disana,
Membawa mimpimu,
membawa asamu.. Sejauh apapun itu, mimpi kan membawamu kembali. Aku percaya
itu..
Sebuah pagi lagi, secangkir
kopi dari gelas yang sama.. Aku tersenyum pada matahari, mengingatkanku tentang
cerita itu..cerita kita.
Bersama mentari kau
bawa aku pada sebuah makna,
Bersama mentari kau bawa aku pada sebuah cinta..
Batusangkar, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar