--Hadir
sebagai orang asing, maka berlalu pun sebagai orang asing--
Begitu
kiranya perihal hadir dan tiadamu. Namun kenapa bekasnya sesakit ini? Ah, aku
ingat, ada luka yang sempat kau torehkan disini, tepat di relung terdalam dari
hatiku. Aku haru mengukur waktu menuju musim, kau tahu? Menimang-nimang
sakitnya terkhianati perkara hatimu yang berganti. Mereguk tiap tetesan waktu
yang bergulir berharap sembuhkan duka yang mendera sekian lama. Namun tetap
sama, sakit dan indah tentangmu semakin pekat saja adanya.
Dan
asal kau tahu saja, wanita yang tengah kau sakiti hatinya ini adalah yang
mati-matian di bahagiakan oleh ayahnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar