Jumat, 13 Februari 2015

Jika Nanti



Teruntuk seseorang yang belum lagi kuketahui siapa..

Jika nanti kita dipertemukan, berkenankah kau mengisahkan perihal perjalananmu menuju kemari. Sebab aku ingin tahu, do’a apa yang kau rapalkan hingga Tuhan mengarahkanmu menuju jalan ini. Karena seringkali pada masa sendiriku, aku terus bermohon di sepertiga malam mengeluhkan penantianku. Namun tiada lelah kiranya Tuhan menyimak ceritaku, hingga menghadirkan kau tepat di ujung lelahku.

Jika nanti kita dipertemukan, maukah kah kau setidaknya tidak menyesalkan setiap detik yang kau habiskan dalam perjalananmu hingga mendapati aku di akhir kembaramu. Sebab kuatir aku, jika sesal sudah menggelitik, kau akan berakhir menjadi sebuah masa lalu yang lain dalam hidupku. Sungguh harapku masa depan bisa kurangkai dalam perjalananku denganmu.

Jika nanti kita dipertemukan, bersediakah engkau menyempurnakan segala yang kurang dari diriku. Menyatukan asa yang telah kau rangkai dengan harapku yang telah kusimpan rapi untuk kedepan kita berdua. Sebab, aku telah merindu sekian lama, hingga rasanya terbunuh dalam sepinya nelangsa. Perempuan biasa seperti ku juga hanya mampu bermimpi sesederhana itu pula. Hanya ingin di terima sebagaimana utuhnya dia.

Dan jika nanti kita dipertemukan, bisakah kau segerakan menyelaraskan mimpi kita yang telah lama ada. Tidak perlu berlama-lama, bertanam sapa bisa kita lakukan setelahnya, setelah aku dan kau bernaung dalam ridho-Nya. Karena kita sama-sama telah jauh berkelana dan siang sudah hampir di ambang petang. Sungguh senja lebih indah jika bisa kuhabiskan bersamamu seraya mengurai selaksa rindu yang sempat kubingkis dalam damai malam, untuk kuhadiahkan sepenuhnya padamu di akhirnya.

(Lubuksikaping 12 Februari 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang