#Sajak #1
Perihal sajakku yang
terbengkalai, aku ingin sedikit berbagi pada pagi. Kata-kata ku sempat
mengambang di ujung fajar. Gundah harus merangkainya menjadi apa. Karena sesaat
aku seperti dipenjarakan kisah, lalu tak mampu mengurai hikmah dibaliknya. Aku
tercenung lama untuk menyelesaikan baris akhir yang tak kujung usai ini, sampai
akhirnya semburat binar cahaya mentari menghalau resahku, hangat
berpendar-pendar seperti binaran bola matamu dipenghujung senja kali itu, Ah,
tak perlu dirapal lagi, kisah itupun sudah lama hanyut, tak terbendung. Lalu
aku, yah aku.. entahlah, terlalu dini jika harus kuceritakan disini..
#Sajak #2
Masih perkara sajak yang
belum selesai itu. Kadangkala hatiku sempat jua di geluti resah. Lelah jika
terus merindu pada seseorang yang entah dimana adanya. Hanya mampu terus
merapalkan do’a bahwa mungkin pertemuan kita tengah di tunda yang kuasa. Namun
lelahku harus kusandarkan pada siapa selain Rabbku, sang Maha cinta. Lalu pada
saatnya nanti, jika tuhan mempertemukan kita, aku ingin berkata bahwa, aku
sudah menunggumu sejak lama. Ah, semoga saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar