Jumat, 13 Februari 2015

Penggalan Sajak Bagian I



#Sajak #1
Perihal sajakku yang terbengkalai, aku ingin sedikit berbagi pada pagi. Kata-kata ku sempat mengambang di ujung fajar. Gundah harus merangkainya menjadi apa. Karena sesaat aku seperti dipenjarakan kisah, lalu tak mampu mengurai hikmah dibaliknya. Aku tercenung lama untuk menyelesaikan baris akhir yang tak kujung usai ini, sampai akhirnya semburat binar cahaya mentari menghalau resahku, hangat berpendar-pendar seperti binaran bola matamu dipenghujung senja kali itu, Ah, tak perlu dirapal lagi, kisah itupun sudah lama hanyut, tak terbendung. Lalu aku, yah aku.. entahlah, terlalu dini jika harus kuceritakan disini..

#Sajak #2
Masih perkara sajak yang belum selesai itu. Kadangkala hatiku sempat jua di geluti resah. Lelah jika terus merindu pada seseorang yang entah dimana adanya. Hanya mampu terus merapalkan do’a bahwa mungkin pertemuan kita tengah di tunda yang kuasa. Namun lelahku harus kusandarkan pada siapa selain Rabbku, sang Maha cinta. Lalu pada saatnya nanti, jika tuhan mempertemukan kita, aku ingin berkata bahwa, aku sudah menunggumu sejak lama. Ah, semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang