Sejenak, aku ingin berhenti..
Ingin berdamai dengan sesalku di penghujung hari,
bahwa tak ada gunanya hidup dalam kenang, mencoba mengumpulkan
serpihan-serpihan itu, lalu menempatkannya kedalam sebuah ruang yang tak lagi
ingin kubuka.. membiarkannya disana untuk entah seberapa lama, hingga saatnya
nanti serpihan-serpihan itu mulai usang dan aku benar-benar lupa..
Untuk sesaat, aku ingin bermula..
Ingin bebas dari lelah dan
lemahku. Bahwa tak ada gunanya merindu pada yang enggan berkasih, mecoba mengurai
sedih dan sepiku hingga jadi satu rasa baru yang mampu menengahi gundahku.
Menempatkannya pada sebuah halaman baru yang belum lagi kutahu harus kutulisi
apa di baris pertamanya. Lalu hingga saatya tiba, ada seseorang yang bersedia
melayat gamangku serta membawaku melangkah menuju mentari yang sama..
Bedua, tentu saja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar