Rabu, 22 April 2015

Rindu yang Urung Rampung



Oleh: Meiva Mutia R.
Tentang deru rindu yang terdahulu, aku hanyalah peziarah pada sejumput kenang yang sempat datang bertandang. Dimana ada separuh hati yang dulu terhanyut damai pagi, namun urung menemukan jalan kembali.
Dan itu hatiku!
Hati yang senantiasa bersuara rindu. Rindu yang tiada surut mendamba hati yang telah bermuara pada yang bukan hatiku. Serpihan asa yang mulai pudar itupun tiada rela menggerusnya. Lantas membiarkannya bertahta disana, bahkan beku terendap hingga entah berapa lama. Dan yang tersisa hanya kecamuk sedu sedan. Tak mampu diredam padam.
Sewindu, nirwana!
Hatiku yang separuh itupun masih jua enggan menemukan titik temu. Pertemuan pada hati yang menjadikannya satu.
Padu.
Namun tiada usai.
Tiada ungkai.
Ah, aku limbung dalam kecaman rindu yang belum lagi rampung!
(Lubuksikaping, 12 maret 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang