Rabu, 22 April 2015

Tembang Rindu



Oleh: Meiva Mutia R
Kepadamu yang belum lagi kuketahui siapa..

Bagaimana kabarmu pengembara rindu?
Masihkah merindu?
Atau lelah tengah mendera perjalananmu?

Bagaimana langitmu disana, sebiru langitku kah? Atau sebiru hatiku yang kalut dalam tunggu? Semoga angin sempat membisikan kerinduan hatiku perihal titik temu dengan engkau yang sudah semenjak lama ada dalam do’aku.

Kadangkala ketika embun fajar menabuh pagi dan mentari meminang pendar cahayanya menyelimuti gigil bumi, lirik puisiku masih juga berbaris-baris menyatakan rinduku akan hadirmu.
Atau ketika cahaya bulan perak mulai membayang sementara dingin senja luruh dalam dekapan hangat malam, alunan tembang senduku masih juga bertalu-talu menyuarakan sendiriku dengan ketiadaanmu.

Ah, engkau..
Masih jauhkah rupanya ujung jalanmu, sedang rinduku semakin menggebu dalam pengharapanku akan bahagia yang bisa kuramu bersamamu.

Hingga nanti kita tua,
Sementara lagu dan puisiku masih tetap bersuara sama..

(Meja Ke rja-10:42-April 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang