Oleh: Meiva
Mutia R
Kepadamu yang
belum lagi kuketahui siapa..
Bagaimana kabarmu pengembara rindu?
Masihkah merindu?
Atau lelah tengah mendera perjalananmu?
Bagaimana langitmu disana, sebiru langitku kah? Atau
sebiru hatiku yang kalut dalam tunggu? Semoga angin sempat membisikan kerinduan
hatiku perihal titik temu dengan engkau yang sudah semenjak lama ada dalam
do’aku.
Kadangkala ketika embun fajar menabuh pagi dan mentari
meminang pendar cahayanya menyelimuti gigil bumi, lirik puisiku masih juga
berbaris-baris menyatakan rinduku akan hadirmu.
Atau ketika cahaya bulan perak mulai membayang
sementara dingin senja luruh dalam dekapan hangat malam, alunan tembang senduku
masih juga bertalu-talu menyuarakan sendiriku dengan ketiadaanmu.
Ah, engkau..
Masih jauhkah rupanya ujung jalanmu, sedang rinduku
semakin menggebu dalam pengharapanku akan bahagia yang bisa kuramu bersamamu.
Hingga nanti kita tua,
Sementara lagu dan puisiku masih tetap bersuara sama..
(Meja Ke rja-10:42-April 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar