Kamis, 29 Januari 2015

Fiksi # Bayi Setengah Mateng#



“Aku kok beda?”, ujar chika cemberut, mulutnya mengerucut namun menggemaskan. “Liat kulitku, gelap, lalu ayah, ibu, kakak sama abang putih-putih semua!”, chika kembali merapalkan orasinya untuk kesekian kalinya.
Ayahnya hanya tersenyum tanpa mengalihkan mata dari Koran yang dibacanya. Merasa tidak dididengarkan bocah 6 tahun itupun merebut koran ayahnya.
“Ayah, kok gak jawab chika sih?”, pipinya mneggembung tanda tidak senang. Ibu yang tengah sibuk dengan kue-kue didapurpun ikutan pasang telinga.
Pak Budi mencubit hidung mungil chika seraya tertawa kecil. “Emang kenapa kalo chika gelap?
“Aku bukan anak ayah kan?”, Deg, apa-apaan ini, begitu kira-kira batin Pak Budi bersuara. “Aku pasti ketuker waktu dirumah sakit kan? Makanya aku beda?” chika melanjutkan dengan ekspresi ala-ala sinetron di tv.
Hah? Pak Budi benar-benar kehilangan kata kali ini, bukan karena kenyataan anaknya tidak terima dia berbeda, namun lebih kepada mengutuki sinetron yang dia tonton setiap hari dengan istrinya, ini efeknya, masa gadis kecilnya pun malah mengira dia anak yang tertukar, benar-benar ngaco.
Bu Astri yang tengah sibuk mengemas kue-kue pesanan pelanggan pun tak kalah kaget. Dia menatap lekat suaminya dengan pandangan menyerah. Pak Budi pun segera memutar otak untuk memberi penjelasan yang bisa menenangkan putri bungsunya ini.
“Chika liat ga kue-kue yang lagi dipanggang ibu di oven?”, ujarnya kemudian
Chika melirik kearah dapur, mengiyakan.
“Nah, kue-kue itu kita misalkan kayak chika dalam perut ibu, ga semua kue yang keluar warnanya sama, ada yang matengnya pas, ada juga yang kelamaan di oven nya, jadi agak gelap, sama kaya chika”, harap-harap cemas Pak Budi berharap anaknya akan mengerti.
Benar juga, wajah tegang chika mulai mengendor, berfikir lalu manggut-manggut. Tanpa ba bi bu disertai ekspresi faham dia berlari ke kamarnya, bermain. Pak Budi dan istrinya pun menghela nafas, lega.
Keesokannya, Pak Budi serta istrinya membawa chika ke Rumah Sakit bersalin, melihat sodaranya yang baru saja melahirkan. Didekat inkubator chika terpana melihat bayi mungil yang tengah tertidur pulas, matanya memerhatikan dengan seksama seluruh tubuh bayi tersebut. Tanpa melepaskan mata dari tempat bayi itu tertidur, diapun berujar “Yah, bayinya putiiiiiiiiiiih banget, belum mateng yah, masukin lagi deh!”
Semua yang diruangan itupun bengong, Pak Budi menatap anaknya, pias.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang