Dalam kenangku, masih tersemat
sebuah nama yang tak sempat terucap dahulu..
Kala hati kita masih terlalu lugu
untuk disapa rindu..
Masih ingat aku, senyum malu
diwajahmu diawal kita bertemu
Lalu sebuah persimpangan mengukir
jarak antara ruang dan waktuku denganmu..
Sekian ribu hari, perjalanan ini
membawaku kembali ke awal masa
Tatkala hatiku sudah terlalu
banyak mengecap rasa
Namun tentangmu masih saja
berdesir sama..
Sebuah senja di ujung Januari, begitu aku menyebutnya..
Dalam terpaan hawa dingin kota
kecil kita, kau dan aku pun bersua..
Rembulan itupun masih sama, merah
muda, seperti warna hati kita..
Ada getar haru, aku tahu..
Membelai kedalam relung,
menyisipkan damai yang lama hengkang dari kisahku..
Bak oase, kau menyelamatkanku dari
keringnya duka lalu.
Menemukan pelangi itu lalu
menyibak helainya demi meredam keluhku..
Sesaat, lelahku pun hanyut digaris
waktu, dan itu tepat disaat asa dan rasaku bermuara..
Boleh kusebutkan disini, semua itu
mengalir padamu.
Lubuksikaping, 28th Jan
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar