Kamis, 29 Januari 2015

Sebuah senja di ujung Januari



Dalam kenangku, masih tersemat sebuah nama yang tak sempat terucap dahulu..
Kala hati kita masih terlalu lugu untuk disapa rindu..
Masih ingat aku, senyum malu diwajahmu diawal kita bertemu
Lalu sebuah persimpangan mengukir jarak antara ruang dan waktuku denganmu..

Sekian ribu hari, perjalanan ini membawaku kembali ke awal masa
Tatkala hatiku sudah terlalu banyak mengecap rasa
Namun tentangmu masih saja berdesir sama..
Sebuah senja di ujung  Januari, begitu aku menyebutnya..
Dalam terpaan hawa dingin kota kecil kita, kau dan aku pun bersua..
Rembulan itupun masih sama, merah muda, seperti warna hati kita..

Ada getar haru, aku tahu..
Membelai kedalam relung, menyisipkan damai yang lama hengkang dari kisahku..
Bak oase, kau menyelamatkanku dari keringnya duka lalu.
Menemukan pelangi itu lalu menyibak helainya demi meredam keluhku..
Sesaat, lelahku pun hanyut digaris waktu, dan itu tepat disaat asa dan rasaku bermuara..
Boleh kusebutkan disini, semua itu mengalir padamu.

Lubuksikaping, 28th Jan 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang