Kamis, 29 Januari 2015

Fiksi # Perempuan dan hatinya”



“Tidak banyak yang berubah, kota kecil ini masih sama dinginnya”, ujarku tanpa melepaskan pandangan dari arah jendela.

“Tapi kau banyak berubah”, suaranya terdengar lembut, persis seperti yang kuingat.

Aku menoleh. “Begitulah hidup, harus ada yang berubah”, matanya bertemu dengan mataku.

“Kau pergi terlalu lama”, tukasnya kemudian.

“Aku tidak pernah memintamu menunggu!”

“Tapi aku harus….”

“Sudah kubilang jangan!” jawabku bersikukuh. Tidak tega jika harus mneyakitinya lagi, aku ingin mengakhiri apapun namanya ini secepatnya.

“Ini tidak benar, Anggun! Hentikan!”, dia menunduk lesu.

“Aku mencintaimu”, ujarnya lemah.

Aku menatapnya sedikit lama sebelum mengucapkannya. “Aku punya suami dan anak sekarang!”, jawabku dengan hati-hati.

Dia mendongak, terkejut.

“Sudah sepuluh tahun, Anggun. Yang terjadi dulu adalah sebuah kesalahan, harusnya kau mengerti”, timpalku kemudian. Air matanya menggenang. Ah, aku benci jika harus ada tangis seperti ini.

“Mulailah hidup, aku sudah melakukannya bertahun-tahun lalu”, aku berusaha menjaga suaraku agar tetap tenang.

“Tapi aku mencintaimu”, tangisnya hampir pecah.

“Tidak seharusnya kau mencintai seperti ini!”, aku berusaha meyakinkannya.

“Kenapa???”, ujarnya nyaris berteriak. Matanya semakin berkaca-kaca.

Aku diam sejenak, menghela nafas seraya memperhatikan sekeklilingku. Kedai kopi ini masih dipenuhi puluhan manusia dan hujan diluarpun mulai mereda. AKu tahu, apa yang akan kukatakan ini akan menyakitinya, tapi aku harus melakukannya.

“Karena kau perempuan”, ucapku perlahan, dia menatapku lekat. “Dan kau tidak seharusnya mencintaiku seperti itu, karena aku juga perempuan, cinta tidak semestinya begitu”, ujarku pada akhirnya.

Air mata mengalir deras di wajahnya yan cantik. Aku segera beranjak, melangkah meninggalkannnya lalu menembus gerimis yang menyisa. Dia tidak menahanku, entah itu pertanda mengerti atau apa. Yah, semoga saja.

Lubuksikaping, 29th Jan 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang