Kamis, 29 Januari 2015

Just another pieces of “me” (at the end of January)



Kembali lagi ke awal, dimana kakiku sempat berpijak dulu, namun urung menemui ujung, sempat kehilangan jejak dan beberapa kali ditelan pekat, lalu lenyap ditengah gamang senja. Seringkali gumamku ingin menceritakan lagi, bagaimana dulu hatiku yang lugu disapa rindu dan asaku mulai mengeja rasa. Sebuah senyawa aneh yang menyekapku dalam khayal namun tak memahami bahwa sebagaimana cinta itu mampu melengkapi, ia pun mampu menyakiti. Dan pada saatnya, yang luput diketahui pun dimengerti pada akhirnya. Aku diselamatkan rasa sekaligus ditenggelamkannya hingga jauh kedasar perih.
Ah, itu awal yang terdahulu. Kali ini ada baiknya aku dan waktu berdamai sejenak, lantas baru memutuskan untuk memilih awal yang seperti apa. Karena meskipun tidak sepenuhnya mampu mengurai makna rasa ataupun menerjemahkannya dalam bentuk yang lebih sederhana, setidaknya aku tahu, bahwa jika saat bahagia itu pernah ada begitupun adanya luka. Kadangkala sempat terbesit dibenakku untuk membaca esok, namun mampuku masih terlalu jauh dibawah harapku, aku tidak tahu apa-apa selain apa yang ditorehkan waktu saat ini. Andai ada jawab atas semua ketidakmengertianku.
Sebuah buku lagi selesai kutulis, telah kusematkan tanda tamat diakhir halamannya, telah sempurna kurelakan kisahnya. Hanya saja untuk kali ini, buku itu tidak lagi ingin kubuka, karena sungguh, aku tidak lagi ingin mengingat indah awalnya lalu mengukir sakit lagi mengenang akhirnya.
Lubuksikaping 28th Jan 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pieces, Stories and Me Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang